Senin, 29 Oktober 2012

INFO LOMBA

1. lomba puisi DL 30 NOVEMBER
https://www.facebook.com/notes/penerbit-liby/event-menulis-puisi-flash-fiction-100-puisi-50-ff-akan-dibukukan-grandprize-bb-v/151800128299346
2.DL 1 DESEMBER
https://www.facebook.com/groups/169713406459422/doc/330106090420152/

Selasa, 25 September 2012

PUISI UNTUK HALAMAN MOTTO DISKRIPSI


Alasan inilah yang hendak kita baca;
sejak kita memulai pertaruhan yang ingin segera kita tuntaskan
pelan-pelan kita mengumpulkan kalimat;

sesungguhnya dada kita telah gontai menampung harapan-harapan.

Sudah berkertas-kertas kita tuliskan cita-cita. Di skripsi kita, catatan-catatan, atau bantal tempat kita menidurkan kelelahan-kelelahan. Dan malam begitu paham; kepada kita yang kerap ditumbuhi kecemasan-kecemasan.

Kemudian  yang menjadikan mata kita begitu khusyuk memandangi kepuasan, kerja keras kita ini, keluh kesah ini; kelak akan membayar keringat yang pernah melipat-lipat kita. Hingga kita lupa toga yang kita lempar di atas kepala, adalah hal paling membuat kita tak mampu berkata-kata selain;’’dan takdir memang kita lah yang menentukan’’.



Rabu, 18 April 2012

PUISI YANG KUTULIS KETIKA KKN



HARAPAN KOSONG

OLEH: Imam Apriansyah

Tak ingin terlalu menyanjungkan sebuah harapan, karena kutahu terkadang harapan hanya sebuah lagu omong kosong yang kerap dinyanyikan disetiap pesta kesakitan.
Hamparan debu-debu jalanan yang pernah kupijak, hanya memberi isyarat tentang gersang dan tandusnya sebuah percintaan.
Telah berlalu ratusan kalimat, ditanah-dimana aku dan kamu saling bertegur sapa dan mulai memahami betapa rasa kehilangan itu adalah hal yang teramat berat untuk kita renungkan
Namun perlahan aku mengerti mengapa bening air mata selalu saja senang mengucur deras dilelehan luka
Adalah karena mata kita terlalu lemah menahan beban yang sesungguhnya tak mampu ia tanggung.

Dengarlah sejenak alunan nada-nada angin yang berhembus dibibir hatimu
Desah cuaca, lolongan langit dan sederetan musim yang berlalu dimatamu, kuharap ia kan lekat menjumpai senyum yang begitu sulit kudapat ketika seseorang begitu manja bermukim diwajahmu.
Aku tak tahu seberapa besar kesabaran mampu kutanam dalam diam
Sedangkan langit tak hentinya menjatuhkan tuduhan pada hujan
Malam meratapi kekegelapan
Dan angin berbisik dingin.

Aku ingin sekali ini saja membunuh rasa kehilangan yang tak ingin mengekalkan kebahagiaan pada awan dan ilalang. Sekali saja.

Mingkik, 2 april 2012


TENTANG SEBUAH PERASAAN

OLEH: Imam Apriansyah

Disebuah perjamuan pagi
Antara ranum mentari dan harum angin disisi bukit
Disana adalah sebangun istana berbunga yang harus kau tanami
Senyata putih peri dan bidadari yang selama ini mengganggu lelap tawamu

Barangkali kaulah yang tahu mengapa langit hari ini begitu membiru
Adalah karena garis-garis wajahmu terlanjur lekat dikanvas hatiku
Biarpun kini seseorang tengah asyik mengukir pahatan luka didinding hatimu yang putih
Namun kutahu ia hanya sepenggal cerita, yang masih bisa kau hapus sebagai sebentuk kenangan terperih

Dinda…
Inilah istanaku, istana yang dibangun oleh ribuan kata tentang hangat senyummu.
Mentari tak akan mampu menggelincirkan embun yang begitu betah bertengger dimatamu.
Dan aku tahu esok atau entah kapan kau akan mengerti mengapa bening air mata selalu saja jadi alasan doaku untukkmu. Karena aku disini ingin jadi malam saja yang leluasa menemuimu dirimbun keluh.

Mingkik 12 maret 2012 05:57

Senin, 06 Februari 2012

Mimpi itu dan segala sesuatu yang memecah putih kakimu


Mimpi itu dan segala sesuatu yang memecah putih kakimu

Oleh: imam Apriansyah

1
Melintasi  barisan-barisan sandal jepit itu, tempat dimana kau rebahkan keinginanmu memanjakan kakimu yang dipecah kerikil.
Tiap hari sepasang matamu rajin mencumbui harum sandal baru, setiap subuh kau terburu-buru mengumpulkan keringat untuk ditukar dengan lekat sandal dikakimu. Dan Ketika keringat terlanjur mengucur deras, ingatanmu mengelupas pada sekedar sandal jepit baru. butir beras yang tanak untuk kau suapkan di perutku yang manja, memetaforakan senyum dikakimu yang pecah-pecah.

2
Pernah suatu hari kau berbisik ditelingaku, tentang sebuah gambar yang kau pajang di dinding doamu; kapan emak bisa kesana, telunjukmu yang sayu itu mengelus potret ka’bah. Celengan ayam yang kau simpan dibawah meja, disana terselip harum mimpi yang kau kemas dalam setiap tuma’ninah. Aku menyelimuti mataku yang gemetar, meminta bibir-bibir waktu tak mengecup penyesalan. Dan Sebelum penuh celengan, aku ingin mandi dengan air mataku sendiri.

3
Seumpama kaki dan mimpimu adalah segores syair, barangkali jariku tak akan mampu meremajakanmu dalam sebaris puisi. Meski mata dan penaku bersusah payah menghabiskan usianya; memperpendek laju cinta yang menggumpal sebagai sebentuk rindu, aku ingin meletakkan semburat kecupan dibibir kakimu yang surga.Ibu.

Pagaralam, 07 februari 2012

Minggu, 05 Februari 2012

Sajak Pelayaran Iman


Sajak Pelayaran Iman

Oleh: Imam Apriansyah

-Di selembar rasa itu
Ia mencoba memahat ukiran surat disemburat rindu.
lama ia cairkan gumpalan air mata yang hendak merebahkan riciknya disajadah.

- Terlalu khusyuk ia menengadahkan doa, hingga lupa topik apa yang akan ia tulis.
Ah Tuhan memang selalu pintar memahami maksud hambaNya. Hinnga tak ada doa yang kekal tanpa jawaban.

-         Sesekali tinta yang ia toreh dicumbui debu, kertas putih berubah lumut yang mengakar sebagai sebentuk noda. Ia menangisi dirinya sejadinya, hingga menenggelamkan kertas yang ia buat selayak bahtera- mainan masa kanak-kanaknya. Berlayar di lautan bening doa, mencari muara yang begitu sulit untuk disinggahi. sebentuk badai dan hujan kerap mengganggu pelayaran imannya. Namun jiwanya tak henti bermimpi menemui dermaga.


-         dalam hening malam ditengah samudra ia bersimpuh pasrah, mencoba memahat kembali kapalnya:Ya Rabb, meski lemah kapal yang kutumpangi. Meski aku hanyalah nahkoda yang memetakan jalur pelayaran sendiri, mengeja cuaca yang kadang tak baik tuk dilayari. Lewat iman yang memucat, dan sepasang kitab yang kau titipkan pada ia sang kekasih yang berwajah purnama. Aku ingin terus menjelajahi cintamu yang permata.

Pagaralam 06 februari 2012 11;53

Senin, 16 Januari 2012

Lomba Cipta Puisi "Rinai Rindu Untuk Muhammad Kekasih-Mu"


oleh Elaine Firdausza pada 16 Januari 2012 pukul 9:38
Bismillahirrahmanirrahiim....


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh



Pada jingga kami tebar aroma
Di seling tajuk gita cinta rindu padamu duhai Muhammad Rasulku
Rajut shalawat, tergema pada denting hijrahmu
Dalam masyafah kawba kawsayni
Kau teguk amanah di sela titah Sang Rabby



Kayfa halukum ayyatuhal ikhwah? Semoga senantiasa sehat dan dalam naungan kasih-Nya. Semoga pula kucuran Rahman-Nya tak pernah berhenti mengaliri jiwa-jiwa kita dan keluarga. Aamin Yaa Mujibassailiin

Alhamdulillah, atas nama dayu tahmid kita kepada-Nya, akan anugerah nikmat, atas kesempurnaan ciptaan, atas rizki yang cukup, atas kesucian hati yang terus kita upayakan, dan atas ukhuwah yang terjalin di antara kita, sehingga menjadikan kita bersaudara yang seakan tumbuh dari satu alir darah.

Ada selaksa rindu yang selalu tumpah dalam sujud panjang di atas sajadah, kepada dia insan pilihan, yang hidup pada abad yang telah lalu, menjadi cahaya atas kejahiliyaan, yang tercipta sebagai uswah al-hasanah. Namun kisah tentang harum namanya terus mengalun dari lisan dan kitab-kitab yang telah termaktub. Dialah lelaki pilihan, putra Abdullah, Muhammad kekasih Allah.

Sehubungan dengan itu, maka kami berniat mengadakan Lomba Cipta Puisi, dengan Tema : “Rinai Rindu Untuk Muhammad Kekasih-Mu.

Adapun ketentuan/kriteria perlombaan puisi adalah sebagai berikut :

1. Peserta laki-laki dan perempuan.
2. Berupa karya sendiri atau original.
3. Bertemakan kerinduan kepada Rasul.
4. Karya belum pernah dipublikasikan di media apapun.
5. Dikirim ke email  rinai.rindu@rocketmail.com  Dalam bentuk attachment (tidak diletakkan di badan email). Dengan subjek "Judul Puisi-Nama Penulis"
6. Bentuk puisi bebas, ditulis dalam Bahasa Indonesia.
7. Karya paling lambat kami terima pada Tanggal 9 February 2012.
8. Peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 karya.
9. Sertakan biodata narasi 100kata diakhir puisi.

10. Puisi akan dinilai oleh dewan juri:

1. Bapak Hasib Amrullah
2. Bapak A. Tirmidzi Mas'ud
3. Kakak Fauzan Al Haq
4. Kakak Izel Muhammad

11.Hal-hal yang menjadi penilaian oleh dewan juri, di antaranya :

1. Kesesuaian tema
2. Kekuatan metaphor dan diksi
3. Keindahan puisi
4. Kekuatan pesan\makna
5. Subjektivitas juri
6. Pemilihan judul

12. Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.

13. Hadiah Pemenang:

1. Juara 1: Uang tunai Rp. 500.000,-
2. Juara 2: Uang tunai Rp. 300.000,-
3. Juara 3: Uang tunai Rp. 200.000,-

14. Penggumuman pemenangnya pada Tanggal 29 February 2012. Di FB: Elaine Firdausza dan Nawang Wulandari.
MP: http://firdausza.multiply.com

17. Dan insha Allah nanti ada 99Puisi yang terpilih akan dibukukan, dalam Antologi Puisi "Rinai Rindu Untuk Muhammad Kekasih-Mu"

Demikian pemberitahuan lomba puisi ini kami sampaikan, semoga terjalin kerjasama yang baik di antara penyelenggara, panitia dan peserta, serta pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam lomba puisi ini. Dan semoga kelak kita semua mendapat uluran syafaat dari beliau Nabi Muhammad SAW. Aamiin Ya Rabbal alamin.

Setiap ketekunan menulis pasti memiliki fase perkembangannya sendiri, berkayalah meski hanya lewat aksara, biarlah semua mendengar apa yang terpendam dalam setiap matamu terpancar. Karena semua objek yang kita lalui, teramat sayang untuk tidak diaksarakan.


Petak hati yang mulai tanamkan berjuta kerinduan
Tertiup lirih pada desir tubuh ilalang
Di ziarah senja kami maraup bidang doa di julur jemari
Di tandan harap atas tebar usap purnamamu yaa Rasul
Hingga sejuk damai di isak tangis ini, akan melandai bersama balutan syafaatmu


Jazakumullah khairan katsiran


Penyelenggara
~ Elaine Firdausza & Nawang Wulandari ~



Mengaksaralah!. Hingga baris ilmu akan teralir dari basah tinta dan runcing penamu, dan sejarah tak kan menyesal mencatat namamu.

 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

#Untuk mempermudah akses komunikasi antara peserta dan panitia.
Peserta diharapkan bergabung dengan group facebook "Rinai Rindu Untuk Muhammad Kekasih-Mu".
(http://www.facebook.com/groups/168824443223292/)  Terima kasih.