Selasa, 27 September 2011

Kala Kalbu Meramu Rindu


Kala Kalbu Meramu Rindu
(Oleh Imam Apriansyah)

Ketika bulan memajang rindunya pada ramadhan
Malaikat-malaikat bersayap putih menggetarkan telungkup rindu
Runtuhkan  kesunyian denting malam
Aroma air mata keimanan terbentang,  menghias takbir dan salam ditepian kalbu,
tentram.

Sujud syukur kesyahduhan menggema dipenjuru alam
Merangkul hektaran rindu bulan bercahaya kemenangan
Indah damai, amal pahala dilipatgandakan
Rahmat dan ampunan tercurah dirisau keresahan, menjelma merona pintu surga dibentangkan.

Riuh tetabuhan bunyi dentang genderang sahur
Ramaikan sebongkah rindu tanpa sayap
Kendalikan nafsu diri dipepat kalbu, menggores keutamaan ditiap geliat waktu.
Penuh gairah ganjaran
Segala kebaikan meramu haluan, mencipta cahaya menyinari jalan menghapus goresan kelam.

Duhai bulan bersayap rahmat
Duhai bulan bertahta mulia dicipta,
Ramadhan bermahkota mulia namanya,
Yang Tuhan datangkan kembali mewarnai hidupku, malu aku yang tak mampu mensyukuri nikmat RamadhanMu dahulu
Takabur kufur mencandui jiwaku
Merasa sempurna bersayap patah, membantai segala perintahMu
Menjalari keangkuhanku
Harapan yang kadang menjelma keharusan
Kupinta dengan paksa seolah ku paling tahu kebenaran dan
Ketika tak Kau kabulkan
Jiwa merasa tak pernah nikmat diberikan

Ya Rabb Dalam segala lemah imanku
Doaku mendekap segala keluh kesah keresahan batinku,yang berdosa karna tergoda cakrawala nafsu
Izinkan aku mengetuk guratan cahaya RamadhanMu
Izinkan aku bersua rindu ditiap sujud ibadahku

Demi bulan yang kau muliakan ampuni hina kerapuhanku.

Pagaralam , 6 juli 2011.

*puisi ini masuk dalam antologi puisi mengukir cahaya ramadhan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar