SESEORANG YANG SEPERTI MATAHARI
Imam Apriansyah
Barangkali sayur mayur ini jadi saksi kita salam memahami gelagat hidup
Dini hari kita bopong bersama menjajaki jalan kiloan meter menuju pasar kota
Doa yang terlantun dibibirmu tak henti bergulir, seperti udara dingin disepanjang jalan bertanjakan
Sampai kita pada riuh keramaian, menawarkan sayuran yang kau ikat semalaman
Terkadang aku melihat reruntuhan hujan mengoyak hatimu
Seperti sayuran yang tekapar layu, tak laku.
Kau halau awan ketika senja terdampar diruang berjelaga
Tak berbekas persembunyian airmata ditanganmu, hanya nyanyian sunyi
Bercokol dalam senyum yang kau tawarkan.
Ketika malam merayapi sujudmu, menarikan juntaian harap disajadah.
Engkau disitu menuai mimpi tentang sayuran yang menciptakan kenangan angin dan hujan
Orang-orang beranggapan engaku adalah pohon rindang
Sementara aku melihatmu sebagai matahari yang menembus langit malam.
Pagaralam 12 agustus 2011 02:30 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar