Tapak Malin Kundang
(Imam Apriansyah)
Seperti kapal-kapal menumpahkan
penantian bagi dada pelabuhan Teluk Bayur.
Kudatangi istana pantai air manis
yang merona sejarahnya
menyusuri jembatan siti nurbaya
dan mata menyaksikan asrinya,
rindang pepohonan hijau mendamaikan asa yang gundah gulana.
“Batu malin kundang saksi sejarah
Riwayat tanah wanita tua yang didurhakai
anaknya.
Ketika wanita bernama ibu itu,mengemas
riwayat dalam sumpah serapahnya;
Senyata Anak semata wayang yang
susah payah ia pelihara.
Digerus keangkuhan,dibutakan
kemolekan harta , tahta, wanita.
Batu malinkundang saksi bisu cerita
kelabu
Dipantai manis tertancap batu
kutukan
Sesosok anak adam yang lupa daratan
Jadi batu…
Membisu,sujud dijejak kaki sang
ibu”.
Aku sampai pada jejak sejarah yang
membikin sadar jiwa
bahwa doa ibu itu cepat ijabahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar