Selasa, 27 September 2011

Tapak Malin Kundang


Tapak Malin Kundang
(Imam Apriansyah)

Seperti kapal-kapal menumpahkan penantian bagi dada pelabuhan Teluk Bayur.
Kudatangi istana pantai air manis yang merona sejarahnya
menyusuri jembatan siti nurbaya
dan mata menyaksikan asrinya, rindang pepohonan hijau mendamaikan asa yang gundah gulana.

“Batu malin kundang saksi sejarah
 Riwayat tanah wanita tua yang didurhakai anaknya.
Ketika wanita bernama ibu itu,mengemas riwayat dalam sumpah serapahnya;
Senyata Anak semata wayang yang susah payah ia pelihara.
Digerus keangkuhan,dibutakan kemolekan harta , tahta, wanita.

Batu malinkundang saksi bisu cerita kelabu
Dipantai manis tertancap batu kutukan
Sesosok anak adam yang lupa daratan
Jadi batu…
Membisu,sujud dijejak kaki sang ibu”.

Aku sampai pada jejak sejarah yang membikin sadar jiwa
 bahwa doa ibu itu cepat ijabahnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar